Dana Pembangunan Lantai Kuti & Pendopo Vihara Buddha Metta

Vihara Danam Sanhasa Aggam Buddhena Vannitam
Sebuah tempat tinggal bhikkhu yang diberikan kepada Sangha dipuji oleh Sang Buddha sebagai pemberian hadiah tertinggi

Dibutuhkan
Rp 400.000.000
Dana Terkumpul
Rp 12.194.718
Hingga
9 hari
Persentase
4%
Berbagi:
Dana Pembangunan Lantai Kuti & Pendopo Vihara Buddha Metta

Ada 3 faktor yang menentukan besarnya jasa kebajikan yang diperoleh dari berdana, yaitu: sifat dari motif pendana, kemurnian spiritual si penerima, dan jenis serta ukuran yang didanakan. Karena kita harus mengalami akibat dari perbuatan kita –perbuatan baik membawa akibat baik sedangkan perbuatan buruk membawa akibat buruk– maka masuk akallah bila kita mencoba menciptakan karma baik sebanyak mungkin. Di dalam praktek berdana, hal ini berarti: menjaga agar pikiran tetap murni di dalam berdana, dengan cara memilih penerima yang paling pantas, serta memilih dana yang paling sesuai dan paling menyiratkan kedermawanan yang dapat diupayakan seseorangan.
Berdasarkan uraian di atas, mengingat salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya jasa kebajikan yang diperoleh dari berdana yaitu kemurnian spritual penerima dana, maka sudah selayaknya berdana untuk mendukung perkembangan praktik Dhamma para anggota Sangha menjadi pilihan tepat untuk dilakukan. Salah satunya berdana untuk pembangunan Kuti sebagai tempat tinggal para Bhikkhu maupun berdana untuk pembangunan fasilitas vihara lainnya yang mendukung pelaksanaan Dhamma ajaran Guru Agung Buddha.
Kehadiran Kuti dan Pendopo di Vihara Buddha Metta akan menjadi pusat kegiatan umat dari empat vihara tersebut yaitu Vihara Buddha Metta sendiri, Vihara Dusun Pencar, Vihara Dusun Ngadisari, dan Vihara Dusun Kandangan. Vihara Buddha Metta menjadi vihara yang paling sering dikunjungi bhikkhu sehingga sangat penting untuk memiliki kuti, sementara pendopo akan dimanfaatkan untuk menunjang kreatifitas dalam bidang-bidang selain keagamaan seperti kesenian, wira usaha, dan lainnya. Selain itu, Vihara Buddha Metta dengan generasi muda yang cukup banyak, menjadi penggerak keaktifan umat dari vihara-vihara di sekitarnya baik untuk umat dewasa-orang tua, maupun untuk anak-anak SMB. Oleh karena itu, pembangunan ini akan sangat berarti bagi kemajuan umat Buddha khususnya di Desa Tempuran.