Dana Pembangunan Kuti Vihara Samyag Darsana Bali

Mari Bantu Pembangunan Kuti Tempat Tinggal Sangha di Vihara Samyag Darsana Bali

Dibutuhkan
Rp 285.390.000
Dana Terkumpul
Rp 15.744.230
Hingga
52 hari
Persentase
6%
Berbagi:
Dana Pembangunan Kuti Vihara Samyag Darsana Bali


Vihara Samyag Darsana kini telah berusia 43 tahun. Ia didirikan dengan semangat
gotong royong oleh umat Buddha tiga desa yaitu Desa Petandakan sebagai pusatnya, Desa
Alasangker, dan Desa Penglatan. Meskipun mayoritas berlatar belakang buruh tani dan
mengandalkan semangat gotong royong dan kemandirian, Vihara Samyag Darsana berhasil
diresmikan pada tahun 1978 bertepatan dengan hari raya Asadha. Pada mulanya Vihara
Samyag Darsana hanya memiliki lahan seluas ± 8 are. Sekira tahun 2003, ada umat Buddha
Desa Petandakan yang mendanakan lahan seluas ± 3,5 are tepat di sebelah utara lahan
vihara, dengan begitu luas vihara menjadi ± 11,5 are. Dengan penambahan lahan itu, umat
secara bergotong royong dan dana swadaya berhasil membangun aula serbaguna, kuti,
ruang tamu, dapur dan gudang.
Semenjak tahun 2010, kehadiran umat semakin banyak pada setiap perayaan
maupun upacara, ditambah lagi bhikkhu sangha semakin sering berkunjung bahkan
menginap. Fasilitas kuti yang telah tersedia (2 kamar dan 1 toilet) terasa kurang memadai
dari segi jumlah kamar maupun fasilitas pendukungnya, ketika bhikkhu sa?gha yang hadir
lebih dari 2 orang. Lagi pula letak kuti tepat berada dibelakang aula, menyebabkan bhikkhu
sa?gha yang sedang beristirahat menjadi kurang nyaman.
Menyadari kondisi tersebut dan didukung semangat gotong royong serta kesadaran
atas kewajiban untuk melayani bhikkhu sa?gha secara patut — berupa menyiapkan tempat
tinggal (Senasana) —muncullah niat untuk membangun Ku?i di atas lahan yang baru
didapatkan dari dana donatur pada tahun 2018 seluas ± 5 are yang terletak di sebelah utara
aula serbaguna. Niat membangun Ku?i tersebut hingga kini belum dapat dilaksanakan karena
keterbatasan pendanaan ditambah lagi situasi pandemi Covid-19 memperberat perekonomian
umat secara keseluruhan. Atas dasar kondisi-kondisi tersebutlah, Dayaka Sabha Vihara
Samyag Darsana mengajukan proposal bantuan dana pembangunan Ku?i dimaksud kepada
semua pihak. Kepada mereka yang memiliki perhatian, ketulusan dan keikhlasan untuk turut
serta mewujudkan harapan dan kewajiban luhur dari umat kepada bhikkhu sa?gha.
Kami, umat Buddha Vihara Samyag Darsana, Desa Petandakan, Buleleng, Bali.
Vihara kami, telah berdiri dan bertahan selama 43 tahun lamanya, namun fasilitas untuk
melayani bhikkhu sa?gha utamanya Ku?i belum cukup memadai/layak. Hal ini disebabkan oleh
latar belakang umat kami mayoritas buruh tani yang kurang mampu mendanai pembangunan
Ku?i secara swadaya. Bantuan dari pemerintah, khususnya Kementerian Agama lebih ditujukan
untuk bidang pendidikan, yaitu Sekolah Minggu Buddha. Sedangkan untuk fasilitas bangunan
tempat ibadah belum pernah ada bantuan.
Bangunan Ku?i yang ada sekarang dinilai kurang memadai lagi dari segi kualitas dan
kuantitas ruangannya. Untuk pembangunan Ku?i dimaksud kami telah mendapatkan lahan
sumbangan dari donatur, sedangkan biaya pembangunan yang kami miliki belum mencukupi.